Beranda

Mensiasati investasi aman, hasil maksimal

Saat ini banyak sekali investasi yang menawarkan hasil menggiurkan. Mulai investasi dalam bentuk uang maupun barang. Namun apabila   t...

Senin, 11 Januari 2016

Batankrajan Gedeg, Sentra pengrajin perak di Mojokerto







Yogyakarta dari dahulu dikenal sebagai sentra pengrajin perak yang dikenal di seluruh penjuru tanah air. Disana pengrajin menghasilkan kreasi kerajinan yang memukau dengan harga yang bervariasi. Namun siapa sangka di Mojokerto pun terdapat sentra pengrajin perak tepatnya di Batankrajan kecamatan Gedeg, Mojokerto. Lokasinya berada di sebelah Barat laut Kota mojokerto. Dari kota Mojokerto menyeberang jembatan Sungai Berantas kearah Gedeg, setelah sampai Rumah sakit Ibu dan Anak Mutiara Hati ke kanan melewati Jembatan tol yang sedang dibangun kira-kira 3 km.
Sampai di gerbang masuk dusun Anda akan disambut ucapan selamat datang di setra pengrajin Perak desa Batankrajan. Tetapi begitu masuk Anda pasti akan  kaget  karena tidak menemukan kios-kios yang  memajang hasil kerajinan. Yang ada disana hanyalah mini baliho yang mencantumkan nama galerinya. Jadi Anda harus turun dari kendaraan dan mengetuk pintu bertemu dengan tuan rumahnya. Barulah Anda akan ditunjukkan hasil kreasi pengrajin di sana.
Sebenarnya di desa ini sedang diangkat dan dibina oleh pemerintah kabupaten Mojokerto untuk dijadikan sentra Industri kerajinan perak yang membuat berbagai macam aksesoris. Di desa ini terdapat beberapa pengrajin perak. Hal ini dapat kita ketahui dari drop box, mini baliho, ataupun papan nama yang terpasang.
Mungkin jika Anda berkunjung ke desa batankrajan ini lebih baik pada pagi hari atau sekalian sore hari, karena jika terlalu siang, desa yang lumayan luas ini tampak sepi dari aktifitas penduduk. Rumah-rumah pada tertutup dan para pengrajin perak juga tidak tampak aktifitasnya. Jangan berharap melihat galery kerajian dengan etalase penuh perhiasan sebelum kita mengetuk pintu dan bertamu.
Salah satu pengrajin yang ada dan saya temui, bernama Bpk. Lutfi. Beliau berasal dari Banjarmasin kemudian lama tinggal di Bali dan saat ini menetap di dusun batankrajan gedeg.  Selama di Bali beliau bisnis batu permata dan ahli membuat cincin perak serta beberapa perhiasan pesanan yang terkadang datang dari manca negara.
Pria 43 tahun dengan 3 putra dan putri ini, tampaknya sangat memahami berbagai macam bebatuan dan ahli membuat berbagai macam perhiasan dari perak. Hal ini menurut saya sangat masuk akal, karena daerah asalnya Banjar adalah sentra kerajinan batu dan permata. Belum lagi pengalaman berbisnis dan berkarya di Bali dengan konsumen dari berbagai negara. Hal inilah yang mungkin menjadikan beliau lain dari penjual atau pengrajin akik kebanyakan yang saya pernah temui.
Saya sempat ditunjukkan beberapa hasil karyanya yang sebagian di pesan dari manca negara. Hasil karyanya menurut saya bagus dan beragam. Selain itu Pak lutfi ini mungkin satu-satunya orang mojokerto yang menguasai teknik pemotongan permata (faceted cut) dari bahan-bahan yang bersifat kristal atau diamond.
Yang ada digalery beliau ini saya lihat berbagai macam perhiasan perak dan bebatuan akik dengan berbagai jenis.Bukan saja dari perak, tersedia pula emban alloy, germanium maupun Alpaka. Selain potongan model Cabochon yang umum pada akik beliau juga bisa menerima pesanan potongan pasetan (Faceted cut) untuk diamond.
Memotong dan membentuk batu sampai menjadi batu akik yang bagus sesuai keinginan kita, menurut saya di Pak Lutfi ini harganya sedang, Tiga puluh lima ribu rupiah dan bisa jadi sesuai kesepakatan. Meskipun sebenarnya jika kita memotong dan membentuk batu akik ditempat lain ada yang bertarif dua puluh lima ribu rupiah, lebih murah memang. Namun pengalaman membuktikan lebih baik pada yang ahli meskipun sedikit mahal, namun hasil lebih memuaskan.







Batankrajan Gedeg, Sentra pengrajin perak di Mojokerto

Siapa sangka di Mojokerto pun terdapat sentra pengrajin perak tepatnya di Batankrajan kecamatan Gedeg, Mojokerto. Lokasinya berada di sebelah Barat laut Kota mojokerto. Dari kota Mojokerto menyeberang jembatan Sungai Berantas kearah Gedeg, setelah sampai Rumah sakit Ibu dan Anak Mutiara Hati ke kanan melewati Jembatan tol yang sedang dibangun kira-kira 3 km.
Sampai di gerbang masuk dusun Anda akan disambut ucapan selamat datang di setra pengrajin Perak desa Batankrajan. Tetapi begitu masuk Anda pasti akan  kaget  karena tidak menemukan kios-kios yang  memajang hasil kerajinan. Yang ada disana hanyalah mini baliho yang mencantumkan nama galerinya. Jadi Anda harus turun dari kendaraan dan mengetuk pintu bertemu dengan tuan rumahnya. Barulah Anda akan ditunjukkan hasil kreasi pengrajin di sana.
Sebenarnya di desa ini sedang diangkat dan dibina oleh pemerintah kabupaten Mojokerto untuk dijadikan sentra Industri kerajinan perak yang membuat berbagai macam aksesoris. Di desa ini terdapat beberapa pengrajin perak. Hal ini dapat kita ketahui dari drop box, mini baliho, ataupun papan nama yang terpasang.
Mungkin jika Anda berkunjung ke desa batankrajan ini lebih baik pada pagi hari atau sekalian sore hari, karena jika terlalu siang, desa yang lumayan luas ini tampak sepi dari aktifitas penduduk. Rumah-rumah pada tertutup dan para pengrajin perak juga tidak tampak aktifitasnya. Jangan berharap melihat galery kerajian dengan etalase penuh perhiasan sebelum kita mengetuk pintu dan bertamu.
Salah satu pengrajin yang ada dan saya temui, bernama Bpk. Lutfi. Beliau berasal dari Banjarmasin kemudian lama tinggal di Bali dan saat ini menetap di dusun batankrajan gedeg.  Selama di Bali beliau bisnis batu permata dan ahli membuat cincin perak serta beberapa perhiasan pesanan yang terkadang datang dari manca negara.
Pria 43 tahun dengan 3 putra dan putri ini, tampaknya sangat memahami berbagai macam bebatuan dan ahli membuat berbagai macam perhiasan dari perak. Hal ini menurut saya sangat masuk akal, karena daerah asalnya Banjar adalah sentra kerajinan batu dan permata. Belum lagi pengalaman berbisnis dan berkarya di Bali dengan konsumen dari berbagai negara. Hal inilah yang mungkin menjadikan beliau lain dari penjual atau pengrajin akik kebanyakan yang saya pernah temui.
Saya sempat ditunjukkan beberapa hasil karyanya yang sebagian di pesan dari manca negara. Hasil karyanya menurut saya bagus dan beragam. Selain itu Pak lutfi ini mungkin satu-satunya orang mojokerto yang menguasai teknik pemotongan permata (faceted cut) dari bahan-bahan yang bersifat kristal atau diamond.
Yang ada digalery beliau ini saya lihat berbagai macam perhiasan perak dan bebatuan akik dengan berbagai jenis.Bukan saja dari perak, tersedia pula emban alloy, germanium maupun Alpaka. Selain potongan model Cabochon yang umum pada akik beliau juga bisa menerima pesanan potongan pasetan (Faceted cut) untuk diamond.
Memotong dan membentuk batu sampai menjadi batu akik yang bagus sesuai keinginan kita, menurut saya di Pak Lutfi ini harganya sedang, Tiga puluh lima ribu rupiah dan bisa jadi sesuai kesepakatan. Meskipun sebenarnya jika kita memotong dan membentuk batu akik ditempat lain ada yang bertarif dua puluh lima ribu rupiah, lebih murah memang. Namun pengalaman membuktikan lebih baik pada yang ahli meskipun sedikit mahal, namun hasil lebih memuaskan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar